Pernah nggak mengantarkan orang meninggal? Pernah nggak takziah orang meninggal? Nah.. pernah terpikirkan tidak, bagaimana jika kita sendiri yang mengalami mati? Kira-kira apa yang kita hadapi setelah meninggal?
Mengapa kita harus mengingat akhirat dan kematian?
Dengan mengingat kematian maka kita akan mengingat apa yang terjadi di akhirat nanti. Orang yang mengingat kematian akan selalu tenang, hormat, dan sopan terhadap setiap orang. Kita akan menghindari berbohong dan perkataan dusta karena sanksi yang akan kita dapat diakhirat nanti.
“Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga kenikmatan.”
-Q.S. Al Waqi’ah:89-90-
Sudah terlihat dari ayat diatas, menerangkan keindahan bagi manusia yang mendekatkan diri kepada Tuhan. Sekalipun matinya dilubang buaya, baginya mati itu merupakan sesuatu yang didambakan karena dengan kematian itu, ia dapat bertemu dengan rabbnya.
Sebaliknya, bagi orang yang berdosa, semua dosa dan kesalahannya akan teringat dan terbayang kembali ketika mereka menghadapi sakaratul maut. Inilah yang menyebabkan penderitaan mereka berlipat ganda.
Penderitaan orang kafir saat menjelang kematian
“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim berada dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya sambil berkata: ‘keluarkanlah nyawamu. Di hari ini kamu akan dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah perkataan tidak benar dan karena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-nya.”
-Q.S. Al An’am:93-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar