Selasa, 15 November 2011

positif vs negatif



“Bacalah!
Tuhanmulah Yang Maha Pemurah! Yang mengajar dengan kalam.”
-QS Al ‘Alaq (segumpal darah) 96:3-4-

Tindakan seseorang tergantung pada pola alam pikirannya. Setiap orang diberikan kebebasan untuk memilih responnya masing-masing. Ia bertanggung jawab penuh atas sikap yang ditimbulkannya dari pikirannya sendiri. Bukan lingkungan disekeliling kita. Namun, lingkungan ikut serta berperan dalam memperngaruhi cara berpikir seseorang. Apabila lingkungannya pahit maka ia pun menjadi menjadi pahit, selalu curiga, dan sering kali berprasangka negatif kepada orang lain. Selalu berprasangka negatif dan curiga kepada orang lain. Prasangka negatif ini mengalir dan berubah menjadi menjadi sikap “defensif” dan tertutup, karena selalu beranggapan bahwa orang lain musuh berbahaya. Cenderung tidak mau bekerja sama. Akibatnya, banyak peluang emas yang terlewatkan, bahkan tersingkir ditengah pergaulan sosial.

Sebaliknya, orang yang memiliki suara hati merdeka, akan lebih mampu melindungi pikirannya. Ia mampu memilih respon positif ditengah lingkungan paling buruk sekalipun. Ia akan tetap berpikir positif dan selalu berprasangka baik terhadap orang lain. Ia mendorong dan menciptakan kondisi lingkungannya untuk saling percaya dan saling mendukung. Dialah raja dari pikirannya sendiri.

“hindari selalu berprasangka buruk, upayakan berprasangka baik kepada orang lain”

“Kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan semata. Sungguh, dugaan tiada berguna sedikitpun melawan kebenaran. Sungguh, Allah mengetahui segala yang mereka lakukan.”
-QS Yunus (Nabi Yunus) 10-36-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar