Jumat, 11 November 2011

menjaga lisan


Hadis Rasulullah SAW :
“Bukanlah sebaik-baiknya kamu yang bekerja untuk dunia saja tanpa akhiratnya, dan tidak pula orang-orang yang bekerja untuk akhiratnya saja dan meninggalkan dunianya. Dan sesungguhnya, sebaik-baiknya kamu adalah orang yang bekerja untuk (akhirat) dan untuk (dunia).”

Kita tidak boleh hanya mendengarkan satu suara hati saja, dengan mengabaikan suara hati yang lainnya. Ingatlah suarasuara hati yanglain yang bias memotifasi diri kita. Pergunakan suara-suara hati itu untuk memahami perasaan orang lain dalam bersosialisasi.
Mengerti kondisi orang lain disekitar kita, saling membantu dan saling memahami. Misalnya saja kepada teman satu sekolah kita.
Betapa berbahayanya lisan.
Lisan adalah kata-kata yang keluar melalui mulut kita. Lidah termasuk nikmat Allah SWT yang sangat besar bagi kita. Kebaikan yang kita ucapkan melahirkan manfaat yang luas dan kejelekan yang dikatakannya membuahkan keburukan yang panjang.

Rasulullah Bersabda :

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka hendaklah ia berkata yang baik-baik atau hendaklah ia diam : dan barang siapa yang percaya kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah menghormati tetangganya, dan barang siapa yang percaya kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah menghormati tamunya.”
-H.R. Bukhari-Muslim-

banyak kegunaan lidah, antara lain :
1.    Untuk menyerukan kebenaran (Q.S. 3:110)
2.    Untuk melarang Kemungkaran (Q.S 3:110)
3.    Untuk memberikan nasihat yang baik
4.    Untuk mendamaikan kedua yang berselisih
5.    Dll

Lisan pun sangat berbahaya bila kita tidak menjaganya.
Ngegosip itu salah satu bahaya lisan. Udah pada tahu kan, ngomongin orang itu tidak boleh?
Masih ada lagi,, memfitnah, mengadu domba, berdusta, dan berbicara berlebih-lebihan juga termasuk kedalam bahaya lisan.

Q.S 24:11 :

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan barang siapa diantara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.”



Gibah juga salah satu bahaya lisan. Gibah adalah mengumpat atau menyebut suatu aib orang lain dibelakangnya dengan maksud menodainya. Gibah termasuk perbuatan haram. Allah mengibaratkan orang yang suka gibah itu seperti halnya dia memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati (Q.S. 49:12).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar